"Heroes are made by the path they choose, not the powers they are graced with."


The story

1992년 8월 14일
Jaehyun kecil yang menangis dan bersimbah darah dilarikan ke ruang instalasi gawat darurat. Mata bayi itu terluka oleh sabitan benda tajam. Kedua orang tuanya panik dengan wajah pucat pasi menunggu diluar ruang operasi. Peristiwa keji ini terjadi dikarenakan adanya persaingan antara keluarganya dengan salah satu pengusaha ternama di Gyeonggi. Pengusaha yang tak diketahui identitasnya ini menyewa seorang pelaku tindak kriminal untuk mengancam keluarga Jaehyun. Alih-alih mengancam dengan ucapan tajam demi meminta ayah Jaehyun menutup usahanya, lelaki itu menyambar Jaehyun dari dekapan ibunya dan menancapkan pisau pada mata kiri Jaehyun. Tidak terlalu dalam, tetapi lebih dari cukup untuk menimbulkan tangisan dari mulut Jaehyun dan kucuran darah yang mengalir dari mata kiri Jaehyun.

1992년 9월 10일
Beberapa minggu berlalu, kini Jaehyun kecil dalam keadaan sehat. Namun harus hidup dengan satu indera pengelihatan saja. Pihak rumah sakit tak dapat menghubungi keluarga Jaehyun yang sudah lebih dari seminggu ini tidak nampak batang hidungnya untuk mengunjungi putra mereka. Nomor yang diberikan pihak keluarga Jaehyun sudah tidak aktif, alamat yang diberikan pun hanya meninggalkan rumah kosong. Pihak rumah sakit melaporkan keluarga Jaehyun ke pihak berwajib dengan tuduhan penelantaran anak, namun sayang kasus ini harus di tutup tanpa adanya hasil yang diharapkan. Keluarga Jaehyun tidak dapat ditemukan dimanapun, seolah tertelan bumi. Sementara Jaehyun kecil harus berakhir dipanti asuhan.

1995년 1월 1일
Tumbuh didalam panti asuhan yang hangat dengan beberapa anak seusianya, lebih tua atau bahkan lebih muda darinya, membuat Jaehyun menjadi anak kecil yang aktif. Panti asuhan yang dulu berdomisili di Gyeonggi, kini pindah ke seoul. Dengan rumah yang lebih besar dan fasilitas yang lebih memadai. Nyonya Han selaku pemilik sekaligus pengelola panti asuhan sangat merawat, menjaga serta membesarkan anak asuhnya dengan baik. Jaehyun sangat menyayangi nyonya Han dan percaya bahwa nyonya Han adalah ibunya. Walau fakta sebenarnya berbanding terbalik dengan anggapan Jaehyun, dan di luar sana, di distrik Busan ibu kandungnya tengah berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan seorang bayi perempuan mungil yang cantik.

현재의 삶
Selepas meninggalkan panti asuhan beberapa waktu silam, kini Jaehyun tinggal disebuah apartemen kecil dan hidup sebatang kara. Ia kerap datang ke panti asuhan untuk menjenguk nyonya Han dan memberikan sumbangan untuk panti. Dana sumbangan yang cukup besar seringkali dipertanyakan nyonya Han, namun Jaehyun selalu berdalih bahwa ia bekerja keras demi mendapatkan uang yang banyak. Tanpa sepengetahuan nyonya Han, Jaehyun dan salah seorang anak yang juga berasal dari panti asuhannya tergabung dalam jaringan kriminal. Menghalalkan segala pekerjaan dan cara demi mendapatkan uang dalam jumlah besar.


( Made with Carrd )